Selasa, 26 November 2013

Tempat Wisata di Bekasi

Berhubung saya berdomisili, saya pengen ngepost nih tentang tempat wisata yang ada di Bekasi. Let’s check it out!!!!!
1. Wana Wisata Waterboom Cikarang
Description: Wana Wisata Waterboom Cikarang
Wana Wisata Waterboom Cikarang
Merupakan Satu-satunya wahana wisata permainan air bersama dengan keluarga yang terletak di kawasan Lippo Cikarang. Selain menyajikan indahnya suasana alam yang masih Asri, Teduh serta Nyaman,Water Boom Lippo Cikarang juga menyediakan berbagai macam jenis permainan air yang sangat seru dan dapat dinikmati oleh anak-anak, remaja dan juga orang tua sekalipun. Web Resminya :(www.waterboomlippocikarang.com)
2. Wisata Taman Buaya Indonesia Jaya, Bekasi

Description: Wisata Taman Buaya Indonesia Jaya, Bekasi
Taman Buaya Indonesia Jaya
Lokasinya berada di Jl Suka Ragam, Serang Bekasi. Namun jika Anda ingin menuju ke sana, masih belum terdapat sebuah petunjuk jalan dari jika pintu tol sampai menuju lokasi. Namun apabila Anda berangkat dari Jakarta, dapat memasuki tol Cikampek kemudian keluar di pintu tol Lippo Cikarang.. Sumber : (www.wisatanesia.com)
3. Wisata Bumi Perkemahan Karang Kitri, Bekasi
Description: Wisata Bumi Perkemahan Karang Kitri, Bekasi
Perkemahan Karang Kitri
Bumi perkemahan karang kitri ini adalah sebuah objek wisata perkemahan alam yang mempunyai pemandangan alamnya yang indah serta menarik. Juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas outbound dan alat untuk membangun sebuah perkemahan yang lengkap. Lokasinya berada di Karang Mulya, Kecamatan Bojong Manggu, Bekasi.
4. Objek Wisata Situ Gede, Bekasi
Description: Objek Wisata Situ Gede, Bekasi
Situ Gede, Bekasi
Situ Gede atau juga disebut Situ Rawa Gede lokasinya berada di Kelurahan Bojongmenteng, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat.

5. Obyek Wisata Pantai Muara Gembong, Bekasi
Description: Obyek Wisata Pantai Muara Gembong, Bekasi
Pantai Muara Gembong
Pantai Muara Gembong lokasinya berada di Desa Pantai Sederhana yang termasuk dalam kawasan Kecamatan Muara Gembong. Pantai Muara Gembong ini memiliki keindahan alam yang menawan dan juga pesona pantai yang menjanjikan untuk dijadikan sebuah objek wisata di Kabupaten Bekasi. Sumber : jabarprov.go.id

Nah itu tadi 5 tempat wisata yang ada  di Bekasi, silahkan teman-teman mengunjunginya. Selamat berliburr!!!!!!!!!

All about "AMANDEL"

A
pa sih amandel itu? amandel adalah kumpulan jaringan limfoid yang ada pada setiap manusia. Sebenernya tuh amandel itu kelenjar getah bening berguna banget buat ngelawan berbagai macam infeksi. Tanpa teman-teman sadari kuman-kuman yang masuk melalui makanan sering menimbulkan infeksi pada amandel tersebut yang ditandai dengan pembengkakan pada amandel kita.
Penyebab amandel itu banyak nih teman-teman, salah satunya dari berbagai makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG). Nah, MSG ini nih terdapat pada jenis makanan, seperti gorengan, makanan ringan, makanan pedas, serta makanan berminyak gitu. Makanan tersebut berpotensi memberikan kekebalan bagi bakteri sehingga mudah berkembang di kerongkongan kita.
Terus nih biasanya kalo teman-teman udah terinfeksi penyakit ini, teman-teman tuh umumnya merasakan nyeri dikepala, demam, timbul rasa sakit di tenggorokan, susah menelan, sampai susah bernafas.
Amandel ini bisa menular loh teman-teman. Termasuk saya udah terinfeksi huhuhu :’( Mengapa bisa menular karena penyebab penyakit amandel adalah bakteri. Media penularannya melalui udara, air liur, termasuk nafas yang berhembus dari penderita.
Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii tenang dulu nih. Amandel bisa di cegah kok dengan cara menghindari berbagai makanan dengan lemak tinggi, makanan yang mengandung MSG berlebih (seperti yang sudah dijelaskan tadi), dan juga menghindari minuman dingin, serta kurangin juga makanan yang pedes-pedes gitu.
Ada juga nih cara tradisional buat pengobatan penyakit amandel ini, yaitu :
-.Buatlah jus wortel dan jus bayam masing-masing setengah gelas. Minum kedua jus itu pada pagi dan siang hari (enek-enek dah).
-.Trus sorenya, minum lagi dah tuh jus wortelnya tapi setengah gelas aja, tapi dilanjutin sama minum jus seledri setengah gelas diakhiri dengan jus bayam sepertiga gelas. (Oh God -_-)
-. Malemnya nih teman-teman minum jus wortelnya satu gelas penuh. Lakuin terus ampe temen-temen sembuh.
Well. Walaupun pengobatannya agak ribet dan bahkan rasanya gak karuan tapi yak an buat kebaikan temen-temen juga. Tapi setelah itu temen-temen juga harus menghindari tuh makanan-makanan dan minuman yang udah disebutin diatas supaya kita bener-bener terhindar dari penyakit ini. Konsumsi makan bergizi, berolahraga, dan selalu berfikir positif. Hidup sehat!!!!!


Senin, 25 November 2013

Praktikkum III Akhlak Tasawuf

Cara mudah mendapatkan Qurbah/Maiyah

Nama : Rachma Maulidia (1113051000190)
KPI 1D.


Judul :   Pengalaman saya (Rachma Maulidia) mengamalkan dan mendalamkan surat Ar-Rahman setelah setiap sholat fardhu/setiap saat.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ar-Rahman, begitu indah surat Allah yang satu ini. Allah Yang Maha Pengasih. Hanya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mengamalkan surat Ar-Rahman setelah setiap sholat fardhu membuatku menyadari betapa Allah sangat menyayangi kita umat manusia atas nikmat dan karunianya. Nikmat yang sebetulnya secara sadar atau tidak sadar sudah ada sejak Allah menciptakanku sebagai manusia dan  menghembuskan nafas pertama di dunia ini. Melalui orang tua pula Allah mengajarkan  pandai berbicara agar saya dapat membaca Al-Qur’an terkhusus Q.S.Ar-Rahman.
Mengamalkan serta mendalami Q.S.Ar-Rahman setelah shalat fardhu juga membuat saya sadar bahwa Allah SWT adalah penolong, pelindung, pembimbing, dan Allah juga Maha Melihat atas apa yang saya kerjakan. Terkadang apa yang saya lakukan banyak terjadi kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, tak henti-hentinya saya meminta ampun atas dosa dan kekhilafan yang telah terjadi dan selalu meminta kepada-Nya agar selalu diberkahi dan selalu dalam lindungan-Nya. Padahal setiap waktu Dia (Allah SWT) selalu dalam kesibukan, namun saya tahu bahwa Allah selalu sayang terhadap umatnya dan selalu mendengarkan setiap keluh kesahnya.sifat

Ar-Rahman adalah salah satu dari sekian banyak sifat Allah, yang mengandung makna pengasih kepada seluruh makhluknya didunia tanpa terkecuali, baik makhluk yang taat maupun yang mengingkarinya. Maka dari itu melalui surat ini pulalah saya dan kita umat manusia agar selalu taat dan patuh terhadap perintah-Nya dan senantiasa menjauhi larangan-Nya agar hidup kita menjadi berkah dan selalu diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin.

MAKALAH ULUMUL HADIST

 A.   Sejarah perkembangan hadist pada masa Rasulullah SAW

Sejarah perkembangan hadist pada masa Rasulullah SAW disebut dengan periode ‘ashr Al-wahyi wa At-Taqwin’ (masa turunnya wahyu dan pembentukan masyarakat islam)[1]. Pada periode inilah, hadist lahir berupa sabda (aqwal), af’al[2], dan taqrir[3] nabi yang berfungsi menerangkan al-Qur’an untuk menegakkan syariat islam dan membentuk masyarakat islam.
Para sahabat menerima hadist secara langsung dan tidak langsung. Penerimaan secara langsung misalnya saat nabi SAW, memberi ceramah, pengajian, khotbah atau penjelasan terhadap pertanyaan para sahabat. Adapun penerimaan secara tidak langsung adalah mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan-utusan, baik dari utusan yang dikirim oleh nabi kedaerah-daerah atau utusan daerah yang datang kepada nabi.
Pada masa nabi SAW kepandaian baca tulis dikalangan para sahabat sudah bermunculan, hanya saja terbatas sekali. Karena kecakapan baca tulis dikalangan sahabat masih kurang, nabi menekankan untuk menghafal, memahami, memelihara, mematerikan, dan memantapkan hadist dalam amalan sehari-hari, serta mentablighkannya kepada orang lain.
Tidak ditulisnya hadist secara resmi pada masa nabi, bukan berarti tidak ada sahabat yang menulis hadist. Hadist atau sunnah nabi tidak ditulis seperti Al-Qur’an, karena ada larangan Nabi Saw. Dalil yang menunjukkan hal ini ialah :
 “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dari padaku, terkecuali Al-Qur’an. Dan barang siapa telah menulis dari padaku selain Al-Qur’an, hendaklah ia menghapusnya.”[4]
Dari hadist ini, dapatlah dipahami, bahwa yang boleh ditulis tentang apa yang disampaikan oleh Rasulullah kepada para sahabat-sahabatnya, hanyalah ayat-ayat Al-Qur’an saja. Sedang yang lainnya, tidak boleh ditulis. Hal ini dimaksudkan, agar ayat-ayat Al-Qur’an jangan sampai bercampur dengan yang bukan ayat-ayat Al-Qur’an. Demikian, alasan logis yang dapat diambil dari padanya. Adapun nama-nama sahabat yang menulis hadist, diantaranya:         a. ‘Abdullah ibn Amr ibn ‘Ash, shahifah-nya disebut Ash-Shadiqah.
a.       Ali ibn Abi Thalib, penulis hadist tentang hukum diyat,hukum keluarga dan lain-lain.
b.      Anas ibn Malik.
Disamping itu, ketika nabi SAW, menyelenggarakan dakwah dan pembinaan umat, beliau sering mengirimkan surat-surat seruan pemberitahuan, antara lain kepada para pejabat didaerah dan surat tentang seruan dakwah islamiyah kepada para raja dan kabilah, baik ditimur, utara, dan barat. Surat-surat tersebut merupakan koleksi hadis juga. Hal ini dilakukan sekaligus membuktikan bahwa pada masa nabi SAW telah dilakukan penulisan hadis dikalangan sahabat.
Ø  Unsur-unsur penting perkembangan hadist pada masa Rasulullah SAW :
1.      Pada masa Rasulullah SAW, lahir hadist berupa sabda, perbuatan, dan taqrir Nabi yang berfungsi menerangkan Al-Qur’an untuk menegakkan syari’at Islam.
2.      Sahabat menerima hadist secara langsung dan tidak langsung.
3.      Kepandaian baca tulis dikalangan para sahabat sudah bermunculan, hanya saja terbatas sekali.
4.      Nabi menekankan para sahabat untuk menghapal, memahami, memelihara, mematerikan, dan memantapkan hadist serta mentablighkannya kepada orang lain.
5.      Hadist tidak ditulis secara resmi karena ditakutkan tercampur oleh kandungan Al-Qur’an.
6.      Penyampaian hadist melalui majelis-majelis Rasulullah, dan dilakukan pada peristiwa yang Rasulullah dan sahabat alami kemudian apa yang disaksikan sahabat terhadap perbuatan Rasulullah. Dan beliau menerangkan hukumnya.

B.    Sejarah perkembangan hadist pada masa khulafaur rasyidin


Periode ini disebut ‘Ashr-At-Tatsabbut wa Al-Iqlal min Al-Riwayah (masa membatasi dan menyedikitkan riwayat). Nabi SAW wafat pada tahun  11 H. Kepada umatnya, beliau meninggalkan dua pegangan sebagai dasar bagi pedoman hidup, yaitu Al-Qur’an dan hadist (As-Sunnah) yang harus dipegangi dalam seluruh aspek kehidupan umat.[5]
Pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar, periwayatan dan penulisan hadist tersebar secara terbatas dan belum dilakukan secara resmi.  Ini disebabkan karena mereka khawatir terjadinya kekeliruan, karena hadist merupakan sumber ajaran Islam yang juga harus tetap terpelihara dari kekeliruannya sebagaimana halnya Al-Qur’an. Abu Bakar mengambil kebijakan memperketat periwayatan hadist agar hadist tidak disalahgunakan  kaum munafik yang berujung pada kebihingan mengenai hadist yang mereka riwayatkan dari Nabi.[6] Lalu Umar juga menekankan agar para sahabat mengerahkan perhatiannya untuk menyebarluaskan Al-Qur’an.
Dan sahabat Nabi yang lain seperti ‘Usman dan ‘Ali pun turut ambil andil dalam hal ini.  Kehati-hatian para sahabat  karena mereka sangat kritis, peduli, dan hati-hati dalam periwayatan hadist serta tentang kebenarannya. Bukti bahwa para sahabat sangat peduli adalah : Pertama karena meriwayatkan hadist Nabi adalah hal yang penting, sebagai wujud kewajiban taat kepadanya, maka perlu bersikap cermat dan hati-hati. Kedua karena para sahabat melakukan penelitian dengan cermat terhadap periwayat maupun isi riwayat itu sendiri. Ketiga, para sahabat mengharuskan adanya saksi dalam periwayatan hadist. Keempat,  para sahabt meminta sumpah dari periwayat hadist. Kelima, para sahabat menerima riwayat dari satu orang yang dipercaya. Keenam, penerimaan yang tanpa pengecekan karena mereka memiliki agama yang kuat sehingga tidak mungkin berdusta.
Namun, dalam sejarah disebutkan pada masa ini terjadi pemalusuan hadist (wadh’ al-hadist) pada masa Ali ibn Abi Thalib (w.40 H/661 H), khalifah yang keempat yang disebabkan oleh faktor politik, suatu upaya untuk menghakimi kekuatan tertentu agar mendapat legitimasi di kalangan umat Islam saat itu. Menurut Musthafa al-Siba’i pihak yang pertama kali membuat hadist palsu ialah orang-orang Syi’ah[7].  Bukti hadist yang mereka buat antara lain yang mendeskreditkan Muawiyah dan menyanjung ‘Ali beserta pengikutnya dan mereka juga membuat hadist-hadist palsu yang mencela para sahabat khususnya Abu Bakar, ‘Umar ibn al-Khatab, dan sahabat-sahabat lain.[8]
Ø  Unsur-unsur penting perkembangan hadist pada masa khulafaur rasyidin:
1.      Periwayatan hadist tersebar secara terbatas.
2.      Pembukuan hadist secara resmi sudah dimulai pada masa pemerintahan khalifah Umar.
3.      Para sahabat mengerahkan perhatiannya untuk menyebarluaskan Al-Qur’an.
4.      Periwayatan hadist dengan lafazh asli dan dengan maknanya saja.

C.     Sejarah perkembangan hadist pada masa  kibaar at-tabi’iin


Periode ini disebut ‘Ashr Intisyar al-Riwayah ila Al’Amshar (masa berkembang dan meluasnya periwayatan hadist)[9]  yaitu masa dimana hadist tidak lagi hanya terpusat di Madinah tetapi sudah diriwayatkan di berbagai daerah dengan para sahabt sebagai tokoh-tokohnya. Para sahabat kecil dan tabi’in yang ingin mengetahuin hadist-hadist Nabi SAW diharuskan berangkat ke seluruh pelosok wilayah Daulah Islamiyah untuk menanyakan hadist kepada sahabat-sahabat besar yang sudah teersabar di wilayah tersebut.
Karena meningkatnya periwayatan hadist, munculah bendaharawan hadist di berbagai wilayah di seluruh negeri. Diantara bendaharawan hadist yang banyak menerima, menghapal, dan mengembangkan atau meriwayatkan hadist adalah :
1.      Abu Hurairah, menurut Ibn AL-Jauzi, beliau meriwayatkan 5.374 hadist, sedangkan menurut Al-Kirmany, beliau meriwayatkan 5.364 hadist.
2.      ‘Abdullah Ibn Umar meriwayatkan 2.630 hadist.
3.      ‘Asiyah, istri Rasul SAW, meriwayatkan 2.276 hadist.
4.      ‘Abdullah Ibn ‘Abbas meriwayatkan 1.660 hadist.
5.      Jabir Ibn ‘Abdullah meriwayatkan  1.540 hadist.
6.      Abu Sa’id AL-Khudri meriwayatkan 1.170 hadist.
Pada masa ini, Al-Qur’an sudah dikumpulkan dalam satu mushaf, sehingga tidak lagi menghawatirkan mereka.  Selain itu, pada masa akhir periode al-Khulafa al-Rasyidin (masa khalifah ‘Ustman bin ‘Affan) para sahabat ahli hadist telah menyebar ke beberapa wilayah kekuasaan Islam. Banyak sahabat-sahabat ataupun tabi’in yang pindah dari Madinah ke daerah-daerah yang baru dikuasai disertai dengan membawa perbendaharaan hadist yang ada pada mereka. Ini merupakan kemudahan bagi para tibi’in untuk mempelajari hadist-hadist.
Hadist-hadist yang diterima oleh para tabi’in ini ada yang dalam bentuk catatan ataupun tulisan dan ada pula yang harus dihafal, disamping itu ada pula yang sudah terpolakan dalam ubadah dan amaliyah para sahabat yang mereka saksikan dan mereka ikuti. Kedua bentuk ini saling melengkapi, sehingga tidak ada satu hadist pun yang tercecer atau terlupakan.
Namun muncul kekeliruan periwayatan hadist ketika kecermatan dan sikap hati-hati melemah. Periwayatan tidak semata menyangkut hadist-hadist yang berasaal dari Nabi, tetapi hadist yang bersumber dari sahabat dan tabi’in bahkan pernyataan dari beberapa ahli kitab yang telah masuk Islam yang mereka sadur dari pernyataan Bani Israil sebagai bahan komparasi mereka setelah mereka masuk Islam. Tidak mustahil banyak menimbulkan salah kutip; perkataan sahabat dinyatakan sebagai hadist Nabi, atau bahkan perkataan ahli kitab sebagai sabda Nabi.[10]
Faktor-faktor penyebab terjadinya kekeliruan pada masa setelah sahabat itu antara lain :
1.      Periwayat hadist sebagaimana manusialain tidak lepas dari unsur kekeliruan,
2.      Terbatasnya penulisan dan kodifikasi hadist,
3.      Terjadinya periwayatan secara makna yang dilakukan oleh sebagian besar sahabatdan tabi’in terbukti dengan adanya hadist atau kisah yang sama tetapi memiliki redaksi yang beragam.[11]
Disamping itu, muncul pula hadist palsu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hali ini terjadi setelah wafatnya Ali r.a dan dimulai sejak masa ‘Ali ibn Abi Thalib yang terus berlanjut dan semakin banyak, tidak menyangkut urusan politik tetapi masalah lain. Pada masa ini, umat Islam sudah mulai terpecah-pecah menjadi beberapa golongan : Pertama, golongan ‘Ali Ibn Abi Thalib yang kemudian dinamakan golongan Syi’ah. Kedua, golongan khawarij, yang menentang ‘Ali, dan golongan Muawiyah, dan yang Ketiga golongan jumhur (golongan pemerintah pada masa itu). Terpecahnya umat Islam tersebut, memacu orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendatangkan keterangan-keterangan yang berasal dari Rasulullah SAW untuk membuat hadist palsu dan menyebarluaskan kepada masyarakat.
Lalu para ulama melakukan beberapa langkah untuk menghadapi permasalahan tersebut diantaranya :
1.      Melakukan seleksi dan koreksi tentang nilai hadist atau periwayatnya.
2.      Hanya menerima riwayat hadist dari periwayat yang tsiqah saja.
3.      Melakukan penyaringan terhadap hadist-hadist yang diriwayatkan oleh periwayat yang tsiqah saja.
4.      Mensyarakan tidak adanya syadz yang berupa penyimpangan periwayat tsiqah terhadap periwayat lain yang lebih tsiqah.[12]
5.      Mereka meneliti sanad dan rijal al-hadist dan bertanya kepada para sahabat yang pada saat itu masih hidup.

Ø  Unsur-unsur penting perkembangan hadist pada masa kibaar at-tabi’iin :
1.      Pada masa ini, periwayatan hadist sudah berkembang dan meluas.
2.      Munculnya lembaga-lembaga hadist di berbagai daerah di seluruh negeri.
3.      Munculnya usaha pemalsuan hadist setelah wafatnya Ali.


 




[1] Barmawie umarie. Status Hadist sebagai Dasar Tasjri.Solo:AB.Siti Sjamsijah. 1965.hlm.13.Lihat juga Soetari.op.cit.hlm.33
[2] Perbuatan
[3] Persetujuan/ketetapan
[4] HR.Muslim
[5] Ibid. hlm 41-46. Lihat juga Ash-Shiddieqy. Op.cit. 59-69. Barmawie Umarie. Op.cit. hlm. 17-18.
[6] Ibid
[7] Musthafa al-Siba’i, al-Sunnah, hlm.79.
[8] Musthafa al-Siba’i, al-Sunnah, hlm.80.
[9] Ibid. hlm.47-54. Lihat juga  Ash-SHiddieqy. op.cit. hlm.69-78.
[10] Ibid, hlm.52-53.
[11] Muhammad ‘Ajjal al-Khathib, Ushul al-Hadist, hlm.53-55
[12] Ibid, hlm.57-60

AKHLAK TASAWUF


PRAKTIKKUM II
Disusun Oleh : Rachma Maulidia (1113051000190)
KPI ID 


Tema    : “Pengalaman saya berakhlak terhadap Allah SWT”
Judul    : “Syukur ku atas nikmat dan cobaan Mu”

Bismillahirrahmanirrahim,
Nikmat dan cobaan dalam hidup silih berganti berdatangan dalam hidup ini. Kadang kita berada di atas dan juga kadang kita berada dibawah. Kadang kita menangis dan kadang kita bahagia atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Sering kali kita lupa bersyukur jika kita sedang mendapat limpahan rezeki yang berlebih dari Allah SWT. Namun, pada saat kita mendapat masalah atau cobaan, tak henti-hentinya kita memohon ampun kepada-Nya.Termasuk saya sendiri.
Berbagai problema hidup telah saya tempuh. Kadang menyakitkan dan juga kadang terasa indah. Banyak juga pelajaran kehidupan yang telah saya terima. Contohnya adalah saat saya mendapat cobaan hidup dari Allah SWT berupa cobaan materi atau finansial. Ayah saya berhenti bekerja. Mau tidak mau ibunda pun turut menopang finansial agar kami bisa terus bertahan hidup. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Beruntung saya mempunyai kakak perempuan yang menurut saya tidak neko-neko dan mengerti keadaan keluarga. Setelah kakak saya lulus dari SMA, dia pun memutuskan untuk langsung bekerja dan menunda kuliah. Saat itu saya masih SMA kelas 2. Ibunda saya bekerja dengan berjualan jajanan ringan di SD. Dan ayah saya bekerja serabutan. Pada saat itu banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Namun, karena keadaan kami pun hidup dengan sederhana dan apa adanya. Saat itu sempat saya berfikir mengapa Allah SWT tak adil dan mengapa keluarga saya harus mengalami keadaan yang seperti ini. Saya pun sudah pasrah akan kehidupan saya. Namun, saya melihat ada sinar semangat dari orang tua saya terutama dari ibunda saya. Beliau tak henti-hentinya berkerja banting tulang untuk kami. Sholat tahajjud dan sholat dhuha pun  tak pernah beliau lewatkan. Pada sampai saatnya saya sadar saya harus seperti ibunda saya, tak pernah berhenti meminta kepada Allah SWT agar cobaan yang kita dapatkan cepat berlalu. Saya mulai dari sholat dhuha terlebih dahulu. Saya mendapat kenikmatan tersendiri dari sholat dhuha tersebut. Malam harinya saya langsung mengerjakan sholat tahajjud. Saya menangis. Disitulah saya sadar betapa kecil dan hinanya saya dan betapa Allah SWT sangat sayang kepada saya. Saya sadar cobaan yang saya terima adalah bukti cinta Allah SWT kepada kita agar kita semakin dekat kapadaNya. Betapa Allah SWT menegur kita dengan caraNya sendiri. Dan itu adalah nikmat sekaligus cobaan terindah untuk saya.
Sampai saat ini Alhamdulillah keadaan finansial sudah mulai membaik. Rezeki pun datang dari arah mana saja. Sholat dhuha, tahajjud, dan amalan-amalan lain pun terus saya jalani. Saya merasa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Terima kasih Ya Allah, semoga limpahan rezeki dan Rahmat selalu memayungi langkah hidupku dan keluargaku. Aamiin.